Dua Kelompok Pelajar SMP Terlibat Tawuran

DUA kelompok pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Pamekasan, Rabu (29/05), terlibat tawuran. Kejadian itu terjadi seusai mereka mengikuti acara lepas pisah siswa kelas IX, di Gedung Sebaguna Pamekasan.
Aksi tawuran itu, melibatkan dua kelompok, yaitu dari kelompok siswa berinisial WW dan kelompok siswa berinsial RB. Keduanya diketahui sebagai siswa kelas VIII di SMP Negeri 3 Pamekasan.
Perkelahian antar kedua kelompok itu berlangsung dua kali di tempat berbeda. Setelah berkelahi di depan Gedung Serbaguna, mereka kembali berkelahi di depan Kantor DPRD Pamekasan, di Jalan Kabupaten.
Pemicu perkelahian antar pelajar ini, diduga karena rebutan pacar. Sebab, sebelum perkelahian terjadi, mereka sempat cekcok mulut sampai akhirnya saling jotos. Perkelahian antar pelajar ini, berakhir setelah  salah seorang guru mereka datang melerai.
Menuurt Sulaiman, salah satu saksi mata di tempat kejadian, dari pembicaraan kedua kelompok itu, kuat dugaan pemicu perkelahian ini karena rebutan pacar. Dalam pembicaraan yang berujung cekcok mulut dan saling pukul itu salah satu anggota kelompok terkesan tersinggung oleh anggota kelompok lainnya karena persoalan pacar.
Ia tidak mengetahui pasti cewek yang dimaksud karena percekcokan, langsung berubah perkelahian. 
“Entah ceweknya siapa yang jadi rebutan, tiba-tiba dua pelajar itu saling adu jotos yang kemudian dikeroyok oleh beberapa teman lainnya,” katanya.
Dijelaskan, perkelahian yang semula hanya  melibatkan dua pelajar itu tiba-tiba semakin ramai setelah ada siswa lain yang datang membantu dan menyerang keduanya. Tidak jelas, apakah mereka masih berasal dari satu sekolah atau dari sekolah berbeda.
Aksi perkelahian tersebut sempat menjadi perhatian pengendara yang melintas di depan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan. Para pengendara penasaran dengan kerumunan siswa di jalan raya dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Sementara itu Hairuddin, salah satu guru SMP Negeri 3 Pamekasan membantah pemicu perkelahian antar pelajar itu, karena rebutan cewek. Menurutnya, kejadian itu terjadi karena salah paham sehingga terjadi ketegangan. 
Dijelaskan, salah satu dari siswa itu bermain air dan percikannya mengenai rekannya. Karena salah paham, keduanya akhirnya cekcok mulut sampai terjadi perkelahian. Meski demikian, Hairuddin menyatakan, bahwa persoalan tersebut sudah selesai. Bahkan  keduanya sudah saling memaafkan setelah dimediasi sesaat setelah kejadian. 

“Biasa anak-anak, emosinya tidak terkontrol. Salah paham sedikit langsung berkelahi. Tapi sudah aman, keduanya sudah saling memaafkan,” katanya. (ahmad fauzi for Koran Madura)

Subscribe